7 Tips Jitu Menang Lomba Penulisan Opini

Salah satu pilihan lomba yang bisa kamu pilih sebagai anak SMA/K/Sederajat adalah lomba penulisan opini. Sekilas, lomba penulisan opini memang mirip dengan Lomba penulisan esai, namun ada beberapa perbedaan mendasar antara keduanya, misalnya:

Gaya Bahasa: Lomba penulisan opni ringan, mengalir, sedangkan esai ormal dan terstruktur.
Panjang tulisan: 500-600 kata untuk opini, esai bisa lebih 1000 kata.
Tujuan: Lomba penulisan opini mengungkap pendapat pribadi tentang suatu hal, sedangkan esai melakukan analisis mendalam engan data dan struktur.

tips menang lomba penulisan opini

Tentu tiap penyelenggara punya ketentuan masing-masing, namun secara umum tiga hal tadi menjadi pembedanya.

Lalu bagaimana cara memenangkan lomba penulisan opini?

Tim LombaSMA telah merangkum beberapa hal yang harus kamu perhatikan jika ingin menjuarai lomba menulis opini sebagai berikut:

  • Pahami Tema dengan Jelas, Jangan Asal Comot

Baca dulu tema lombanya sampai benar-benar paham. Jangan asal nulis, karena juri bisa langsung tau kalau kamu ngga paham sama temanya. Kalau temanya “Media sosial bikin kreatif atau bikin ketergantungan?”, kamu bisa fokus ke sisi ‘creator muda’ daripada terlalu umum.

  • Cari Sudut Pandang yang Beda

Banyak tulisan bernada umum seperti “media sosial bikin kecanduan.” Coba gali sisi unik, misalnya: “Media sosial justru mendewasakan kemampuan sosial remaja,” atau “Media sosial sebagai pintu gerbang entrepreneur muda.” Juri pasti lebih tertarik pada opini opini yang out-of-box!

  • Buka dengan ‘Hook’ yang Bikin Terjeda

Buat kalimat pembuka yang langsung mencuri perhatian: “Pernah punya teman di dunia maya yang lebih kamu kenal daripada teman di dunia nyata?” Biar juri langsung ‘ngeh’ sama gaya tulis kamu.

  • Pendukung Fakta Singkat, Biar Oke!

Gak perlu pakai makalah ilmiah. Cukup sebut data singkat dan relevan: “Menurut survei Kominfo 2023, 80% remaja Indonesia aktif membuat konten di media sosial.” Sisanya biar kamu buktikan lewat argumen opinimu yang kuat.

  • Tulis dengan Bahasa yang Mengalir, Bukan Kaku

Opini itu santai, ngga seperti skripsi. Jadi kamu bisa coba gunakan paragraf pendek, kalimat hidup, dan hindari istilah terlalu akademis. Kamu harus bisa bikin juri nyaman baca karyamu.

  • Akhiri dengan Kalimat yang Mengena

Tutup tulisannya dengan kalimat yang meninggalkan impresi atau kesan yang membekas, misalnya: “Pada akhirnya, media sosial cuma alat—tapi siapa yang memegang alat itu, itulah penentu kebermanfaatannya.”

  • Coba Baca Ulang Sekali Lagi Sebelum Submit Karya

Jangan buru-buru kirim karya. Coba kamu luangkan waktu sebentar buat baca ulang, cek typo, dan singkirkan kalimat yang bertele-tele. Kadang satu paragraf bisa dipadatkan jadi dua kalimat singkat tapi lebih nendang. Ingat, opini yang ringkas dan tajam jauh lebih disukai juri daripada tulisan panjang tapi muter-muter.


Nah itu dia 7 tips memenangkan lomba penulisan opini bagi kamu siswa siswi SMA/K/Sederajat. Kalau kamu saat ini sedang cari info lomba penulisan opini tingkat SMA/K/Sederajat, kamu bisa langsung follow @lombasma di Instagram yang untuk dapet update info lomba tingkat SMA terbaru.

Kalau kamu punya pertanyaan atau saran, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar, ya!

Semangat, semoga sukses!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *