3 Tipe Gaya Belajar, Kalau Kamu Gimana?

Mungkin saat ini kamu sedang kebingungan karena kamu baru aja baca atau denger bahwa ada tipe atau gaya belajar itu ada beberapa macam, ya gak nih?

tipe gaya belajar

Informasi yang kamu dapet itu bener banget. Saat ini, ada tiga tipe gaya belajar yang dikenal secara umum. Masing-masing tipe gaya belajar memiliki ciri khas masing-masing yang tentunya berbeda antara satu dan yang lainnya.

Setiap orang pasti memiliki tipe atau gaya belajarnya masing-masing. Meski begitu, bukan berarti seseorang tidak bisa belajar menggunakan gaya belajar lainnya, hanya saja proses belajar orang tersebut tidak akan maksimal.

Apa sih gaya belajar itu? yuk coba kita lihat pendapat dari beberapa ahli berikut ini:

Menurut Brown (2000), gaya belajar adalah cara seseorang mempersepsikan dan memproses informasi dalam situasi belajar. Sedangkan menurut Nasution (2011), gaya belajar adalah cara yang konsisten yang dilakukan oleh seorang murid dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berpikir, dan memecahkan soal pada proses pembelajaran.

“Min, kenapa sih kita perlu tahu apa tipe atau gaya belajarku? apa pentingnya?”

Nah, pertanyaan bagus banget.

Coba Smamin jelaskan secara singkat ya mengapa kita perlu tahu gaya belajar kita:

Menurut Kemdikbud, apabila siswa tahu gimana gaya belajarnya, maka siswa tersebut diharapkan bisa menyerap informasi secara lebih maskimal. Banyak informasi yang diterima melalui pengajaran atau belajar mandiri dapat benar-benar dipahami dan diserap dengan baik. Salah satu endingnya, kamu punya peluang lebih gede untuk jadi juara kelas.

Gaya belajar ini gak cuma bisa kamu terapin di sekolah aja ya, kamu juga perlu memahami gaya belajarmu untuk bisa kamu manfaatkan dalam mempelajari hal lain, misalnya mengikuti lomba. (Baca juga: 7 Jenis lomba SMA keren yang bisa kamu ikuti!

Mengetahui gaya belajar gak hanya penting bagi siswa, guru juga perlu memahami tipe gaya belajar. Harapannya, bapak ibu guru dapat memfasilitasi pembelajaran di kelasnya sesuai dengan gaya belajar murid-muridnya. Lagi-lagi agar informasi yang dibagikan dapat diserap dengan maksimal.


Jadi, apa saja jenis atau gaya belajar yang dikenal saat ini?

  1. Gaya belajar visual
  2. Gaya belajar auditorial
  3. Gaya belajar kinestetik

Yuk mari kita bahas satu per satu:

Gaya belajar visual

Gaya belajar pertama yang akan kita bahas adalah gaya belajar visual. Gaya belajar visual adalah belajar yang dilakukan lewat hal-hal visual, misalnya melihat, mengamati, dan sejenisnya. Hal-hal yang diamati bukan hanya tulisan ya gengs, tapi juga bisa berupa gambar, diagram, video, pertunjukan, warna, hingga sekedar coret-coretan.

Jika kamu mempunyai tipe belajar ini, kamu akan lebih suka membaca dibandingkan mendapatkan materi secara lisan dari orang lain. Gaya belajar visual ternyata gaya belajar yang paling umum, gengs. Menurut penelitian, 60% orang di dunia memiliki gaya belajar visual.

Ciri-ciri gaya belajar visual:

a. Teratur, menjaga penampilan, dan memperhatikan segala sesuatu
b. Lebih tertarik membaca dibandingkan dibacakan, mengingat dengan hal-hal visual seperti gambar
c. Memerlukan gambaran serta tujuan menyeluruh dan menangkap detail
d. Lebih suka membuat catatan daripada berdiskusi
e. Cenderung lebih suka duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas

Tips yang bisa kamu lakukan kalau kamu seseorang dengan tipe gaya belajar visual:

a. Membuat mind map saat belajar
b. Mencari referensi belajar via gambar atau video belajar
c. Membuat catatan dengan lebih menarik dengan coretan warna-warni
d. Membaca buku yang berisi ilustrasi, gak cuma tulisan aja
e. Membayangkan, misal kamu sedang belajar sejarah kerajaan Majapahit, bayangin aja kamu seolah-olah sedang kembali ke masa-masa itu

Gaya belajar auditorial

Nah, kalau gaya belajar visual menitikberatkan ke hal-hal yang bisa kita lihat, gaya belajar yang satu ini berfokus ke hal-hal yang bisa kamu dengar, gengs.

Orang-orang dengan gaya belajar auditorial dapat belajar dengan mudah dan naman melalui hal-hal berbasis audio, misalnya: kelas atau kuliah, diskusi, debat, hingga podcast. Jadi, mereka-mereka ini lebih gampang mencerna informasi kalo mereka dengerin secara langsung, bukan lewat tulisan atau hal visual lainnya.

Nah, kalo kamu punya temen yang di kelas kerjaannya ngalamun, ngeliatin jam dinding melulu, tapi nilainya bisa bagus terus, mungkin dia nyontek punya gaya belajar auditorial gengs, karena orang dengan gaya belajar ini bisa terkesan tidak memperhatikan guru saat pelajaran, walaupun sebenarnya ia dengar.

Ciri-ciri gaya belajar auditorial:

a. Berbicara dengan pola yang berirama
b. Perhatiannya mudah terpecah
c. Bisa belajar secara maksimal dengan cara mendengarkan, menggerakan bibir/bersuara saat membaca
d. Sering berdialog / ngomong secara internal (ngomong sendiri, hahaha) dan eksternal (ngomong sama orang lain)

Tips yang bisa kamu lakukan kalau kamu seseorang dengan tipe gaya belajar auditorial:

a. Saat membaca, jangan diem aja, ucapakan bacaanmu sampai kamu bisa mendengar suaramu sendiri
b. Kamu bisa juga rekam ucapanmu, lalu dengarkan ulang agar informasi terserap maksimal
c. Aktif saat di kelas ya, jangan ragu untuk berdiskusi dan tanya jawab
d. Bisa belajar sambil mendengarkan musik yang kamu sukai

Baca juga: 4 Tips Mendapatkan Beasiswa Kuliah

Gaya belajar kinestetik

Nah, tipe atau gaya belajar yang terakhir adalah kinestetik.

Seseorang dengan tipe belajar kinestetik akan menyukai dan dapat belajar secara maksimal melalui keterlibatan langsung dan aktivitas fisik, gengss. Jadi belajar gak cukup hanya dengan membaca buku atau mendengarkan saja, tapi perlu mempraktikkan secara langsung. Nah kalau kamu punya temen yang ga bisa duduk diam dan tenang pas di kelas, bisa jadi dia punya gaya belajar kinstetik, gengs. Atau mungkin kamu ya?

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik:

a. Menyukai kegiatan yang melibatkan gerakan tubuh, misalnya dance dan olahraga
b. Suka belajar dengan kegiatan fisik, misalnya praktikum
c. Sering menggunakan jari tangan untuk mengikuti bacaan
d. Menghafal dengan cara melihat atau berjalan

Tips yang bisa kamu lakukan kalau kamu seseorang dengan tipe gaya belajar kinestetik:

a. Belajar sambil melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan gengs, misalnya menjentikkan jari
b. Melakukan eksperimen untuk materi yang sudah didapatkan
c. Mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan materi di pelajaran, misalnya ke museum
d. Ikut kegiatan penunjang seperti KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) di sekolahmu
e. Kalau ada alat peraga saat belajar, boleh banget kamu manfaatin


Jadi itu dia tiga tipe gaya belajar menurut Bobby de Potter. Jadi, setelah melihat penjelasan di atas, kira-kira apa gaya belajarmu, gengs?

Baca tips-tips menarik lainnya seputar dunia SMA di lombasma.com, jika kamu sedang mencari informasi lomba SMA/K/Sederajat, jangan ragu untuk follow @lombasma di Instagram untuk mendapatkan informasi lomba terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *